Minggu, 01 April 2012

Bekisar


Ayam Bekisar

Perawatan untuk bekisar, anakan hingga usia dewasa


Untuk mendapatkan suara maupun penampilan bekisar yang berkualitas, dibutuhkan perawatan intensif sejak masih anakan sampai dewasa.
Bekisar anakan diberi pakan voer 521. Setelah berumur enam minggu, diganti dengan voer 591 ditambah protein hewani, misal-nya belalang, larva semut merah, atau jangkrik yang diberikan se-minggu sekali. Setelah dewasa, voer tidak diberikan lagi.
H. Ali Thamin mempunyai resep ransum untuk bekisar dewasa, berupa campuran jagung, beras merah, ketan hitam, dan kacang hijau dengan perbandingan 3:4:1:1/4. Ada kalanya pada setiap 10 kg ransum ditambahkan dua sendok madu dan dua sendok minyak ikan.
Lain halnya dengan Made Parwata. Peternak dan p bekisar di Bali ini masih tetap memberikan voer untuk bekisar dewasa. Menurut pengalamannya, 1 kg voer ditambah cincang rumput gajah sebanyak 20% dari voer yang diberikan cukup untuk l ekor bekisar dewasa. Selain itu, dua hari sekali bekisar diberi pakan tambahan berupa juice buah, telur, dan madu. Satu liter juice buah (tomat atau alpukat) biasanya dicampur dengan tiga butir telur dan dua sendok madu. Made Parwata juga memberikan pakan tambahan berupa ulat hongkong atau ulat daun pisang yang diberikan seminggu sekali. Paling tidak sepuluh ekor ulat untuk setiap ekor bekisar. Minumnya berupa air bersih yang telah dimasak dan setiap hari diganti. Sebagai tambahan dapat juga diberikan vitamin C atau vitamin B kompleks.
Agar kuat, unggas ini periu dijemur setiap pagi hari selama ku-rang lebih dua jam. Ada baiknya juga bekisar dimandikan seminggu sekali agar bulu-bulunya tetap bersih dan bagus. Bekisar yang cukup mendapat perawatan bulunya tampak bersih dan mengilat, matanya tajam, energik, dan tidak segan-segan memamerkan suaranya yang nyaring.
Kandang sebaiknya tetap dijaga kebersihannya. Kotoran diber-sihkan setiap hari dan tidak dibiarkan menumpuk dalam kandang. Dengan menjaga lingkungan tetap bersih dan memperhatikan kebu-tuhannya, niscaya akan didapat bekisar yang benar-benar bagus.

Tips Memilih ayam Hutan

Jangan Tertipu dengan Bekisar Betina

Sebelum membahas masalah membedakan anakan bekisar dengan anakan ayam hutan, penulis mau berbagi pengalaman pahit dan menggelikan.

Ini saya alami beberapa tahun yang lalu saat saya masih awam dengan ayam hutan.

1. Pernah saya kepasar hewan, saya lihat ada penjual burung dengan pakaian ala pedalaman hutan, (bukan ala tarzan lho… hehe…) pakai sarung, dan caping dan membawa beberapa burung lokal dan 3 ekor anak ayam hutan dalam sangkar bambu yang sangat sederhana dan ditutup rapat dengan kain sarung.

Karena cirri tertutup rapat inilah bikin saya penasaran setelah saya Tanya, jawaban dari penjual itu anakan ayam hutan. Kontan saya sangat tertarik. Setelah negosiasi, ayam hutan pun langsung ditangan saya. Singkat cerita setelah sampai rumah saya tempatkan di sangkar khusus, kecurigaanpun muncul, kenapa ? karena ayam2 ini relative jinak, tapi secara fisik memang ayam hutam… selang 1 bulan kecurigaan saya terbukti bahwa anakan tersebut bukannlah ayam hutan melainkan anakan bekisar betina….. Apes memang… tapi itu merupakan pengalaman saya yang paling ber harga.
Melalui kesempatan ini saya ingin berbagi pada pembaca tentang Tips membedakan anakan bekisar dengan anakan ayam hutan

1. Untuk anakan umur 1-2 minggu kadang-kadang sangat sulit dibedakan antara ayam htan dan bekisar betina. Tetapi memasuki usia minggu ke tiga maka sangat tampak perbedaan mereka.

PERSAMAAN
Secara fisik, warna bulu , warna kaki Sulit dibedakan alias banyak persamaannya
Dan Sama-sama anaka ayam hutan… he..he… bercanda

Perbedaan Secara umum dapat dilihat dari

Anakan ayam hutan
  1. Warna Kaki : Coklat ke hijauan ada unsur kunig/putih
  2. Ukuran /bentuk kaki Kecil sperti Burung/pipih
  3. Warna Bulu Coklat Kusam
  4. Perangai/sifat Mudah terkejut Normal
  5. Fisik/tubuh Terlihat bonkok
  6. Sayap & lt;2 mingggu terkesan Lebih panjang dari ekor 
  7. Harga Relatif Mahal 
Anakan bekisar betina
Warna Kaki: Coklat keabu-abuandan unsur legam mendominasi
  1. Ukuran /bentuk kaki : Normal ayam kampung /bulat
  2. Warna Bulu : Coklat Cerah/ gelap
  3. Perangai/sifat  Relatif tenang dan tidak mudah terkejut
  4. Fisik/tubuh Terlihat  tegap
  5. Sayap <2 mingggu porposional
  6. Harga Relatif Murah /Dibawah standar ( harga di bulan Mei 2010 anakan ayam hutan di pasaran Rp. 50.000/ekor)
 Seiring perkembangannya anakan ayam hutan yang kita pelihara kakinya akan semakin putih/bening
sedang ayam bekisar betina akan semakin warna kakinya akan semakin kelam dan ukuran tubuhnya lebih besar dari ayam hutan betina.


Perbedaan kaki hasil peliharaan dari kecil dan hasil tangkapan

AYAM HUTAN PELIHARAAN ATAU TANGKAPAN

Secara ringkas perbedaan ayam hutan yang telah lama dipelihara dan ayam hutan yang baru saja ditangkap dari hutan adalah terletak pada kakinya.
Untuk ayam hutan hasil peliharaan akan mempunyai ciri pada kaki yaitu :
1. Bentuk kaki Mblimbing (menyerupai buah blimbing) atau
sisik kaki membentuk sudut cekung
2. Warna relatif bersih/bening/putih

Sedang pada ayam hutan hasil tangkapan mempunyai ciri :
1. Bentuk kaki bulat
2. Warna kaki putih cenderung gelap/ ada unsur hijau/coklat

Mari kita amati bersama-sama

Kaki Ayam hutan Tangkapan


Ayam hutan Muda
Pada dasarnya kaki ayam hutan ini setelah dewasa akan berangsur berubah warna menjadi ke putih-putihan/bening, namun bentuknya tetap saja BULAT dan tidak mungkin mblimbing (seperti buah blimbing)








AHUT Hasil Peliharaan


Perhatikan sudut cekungnya(mblimbing). Semakin lama ayam ini dipelihara maka tingkat mblimbingnya juga akan semakin tampak.
Perhatikan gambar di bawah ini untuk kaki mblimbing ayam dewasa



Tanda ciri luar untuk seleksi kelamin anakan bekisar

Seleksi jenis kelamin pada ternak unggas sudah umum dila-kukan, misalnya pada ayam petelur. Hal ini pun berlaku untuk ternak bekisar. Karena bekisar yang diperlukan hanya yang jantan, jenis kelaminnya harus diketahui sedini mungkin. Bila sudah dapat dipilih, perawatan selanjutnya dapat difokuskan untuk bekisar jan-tan saja. Dengan demikian, makanan maupun curahan perhatian akan lebih efisien.
Kesulitan yang sering dijumpai adalah bekisar yang baru mene-tas tampak hampir sama wama dan corak bulunya sehingga sulit dibedakan jantan betinanya. Meskipun demikian, ada beberapa cara untuk mengetahui jenis kelamin bekisar: dengan melihat ciri luarnya atau dengan melihat kloakanya.
Seleksi Kelamin dengan Melihat Ciri Luar
Dengan melihat ciri luarnya, kita dapat membedakan jenis kela-min bekisar, misalnya dengan melihat warna kakinya, bentuk jeng-ger, atau warna bulunya.
Dari induk yang berkaki putih, kuning, atau wama terang lain-nya, akan dihasilkan bekisar dengan wama kaki jantan dan betina yang berlainan. Bekisar jantan akan memiliki kaki yang warnanya mengikuti warna kaki induk betinanya, yaitu putih, kuning, atau warna muda lainnya, sedangkan yang betina kakinya berwarna gelap, yaitu hitam, hijau, atau warna tua lainnya.
Dilihat dari bentuk jenggernya, anakan bekisar jantan biasa-nya akan mewarisi bentuk jengger induk betinanya. Kalau kita mengawinkan ayam kampung betina yang berjengger bilah dengan ayam hutan jantan, anakan jantan akan bejengger tebal dan berge-rigi, sedangkan anakan betina akan berjengger seperti ayam hutan jantan.
Seleksi kelamin dengan melihat kaki atau jengger dapat dilaku-kan pada anakan yang berumur sehari. Ini tidak berlaku untuk anakan yang induknya berbulu hitam atau dominan putih.
Seleksi kelamin dengan melihat warna bulu hanya dapat dila-kukan setelah anakan bekisar berumur dua bulan. Bulu suri de-. pan, sekitar tembolok, bekisar jantan secara bertahap akan berubah warna, akan tampak warna hitam, merah, atau totol-totol. Bekisar betina akan berbulu cokelat kekuningan mirip ayam hutan betina atau warna lain yang akan tetap bertahan hingga dewasa.
Haryanto Sutejo, penangkar ayam hutan dan bekisar di Sura-baya, membedakan anakan bekisar jantan dan betina dengan me-lihat garis hitam memanjang dari kepala sampai ekor. Bila garis hitam itu terputus di leher, berarti anakan itu betina. Bila tidak ter-putus, berarti jantan. Sumber Majalah Trubus

Ayam Bekisar

Ayam Bekisar merupakan keturunan F1 hasil perkawinan ayam hutan jantan (Gallus varius) dan ayam Kampung betina (Gallus gallus domesticus). Bekisar dikembangkan sebagai ayam kesayangan untuk menghasilkan ayam hias yang indah bulunya, dan terutama untuk mendapatkan keindahan suaranya dengan suara kokok yang memikat.
Ayam Bekisar dapat mencapai harga yang sangat mahal. Warna bulu didominasi oleh warna bulu ayam Kampung betina yang digunakan, tetapi postur tubuh, sifat dan suaranya sangat tergantung pejantannya yaitu ayam Hutan Hijau. Pada awalnya penggemar Bekisar hanya menyukai warna Merah dan Hitam, saat ini warna ayam Bekisar sangat beragam bahkan keindahan warna bulu ayam Bekisar sering digunakan sebagai salah satu kriteria dalam lomba Bekisar. Warna dasar ayam Bekisar mempunyai delapan warna dasar favorit yaitu Merah, Hitam, Putih, Kuning, Wido, Kelabu, Blorok, dan Jali. Ayam Bekisar menjadi lambang fauna (maskot) Propinsi Jawa Timur. Ayam Bekisar berasal dari pulau Kangean, sebuah pulau kecil sebelah timur Madura, termasuk wilayah kabupaten Sumenep. Ayam ini menyebar ke seluruh pulau Madura, Jawa, Bali, dan Wilayah Lombok, Komodo, Flores. Selain di wilayah tersebut ayam Bekisar sulit dijumpai. Berdasarkan Wikipedia Indonesia, ada tiga jenis ayam bekisar :
  1. Gallus aenus yang berjengger bergerigi delapan kecil, pial berukuran sedang, warna bulu pada lapisan atas ungu dengan plisir kuning emas.
  2. Gallus temminckii memiliki jengger bergerigi emas, pial berwarna jambu, bulu merah mengkilap dan berplisir merah kecoklatan.
  3. Gallus violanceus dengan jengger bergerigi bagus, ukuran pial sedang, warna bulunya ungu dengan permukaan yang halus.
Beberapa macam ayam Bekisar yang terkenal keindahannya yaitu :
  1. Bekisar Kangean (Madura), dibentuk dari induk betina berbulu satu macam misalnya hitam, merah, putih, kuning, dan abu – abu.
  2. Bekisar Putih (Yogya), berwarna putih mulai dari paruh, hingga telapak kaki kecuali jengger, pial, dan cuping berwarna merah.
  3. Bekisar Hitam (Parakan), silangan dengan ayam Kedu Hitam betina. Bentuk tubuh tinggi, besar, tegap dan berbulu hitam.
  4. Bekisar Multiwarna (Solo), kaya akan warna dan suaranya sangat nyaring dengan ujung suara meninggi, ukuran tubuh sedang. Ayam Bekisar multiwarna mempunyai bulu warna – warni dengan bulu leher, bulu pelana, dan bulu hias berwarna merah menyala.

Mengumpul Laba dari Budidaya Ayam Bekisar

            Secara umum, ayam bekisar merupakan hasil perkawinan antara ayam hutan jantan dengan ayam kampung betina. Sehingga, ayam bekisar ini mewarisi fisik ayam kampung betina, tetapi dengan bulu seindah ayam jantan hutan yang hitam kehijauan.
            Sayangnya, ayam jenis ini walau punya suara kokok nan merdu, akan tetapi mewarisi sifat mudah stress dan mudah mati seperti ayam hutan jantan. Tak heran jika banyak pihak mencoba mencari persilangan genetik ayam bekisar yang terbaik.
            Salah satunya adalah Heri Sunarso, pemilik peternakan ayam bekisar Sundoro Farm di Bantul, Jogjakarta. Gara-gara hobi beternak ayam hutan, bapak 45 tahun ini malah dapat menernakan ayam bekisar varietas langka.
            Ayam bekisar tersebut didapat dari hasil persilangan antara keturunan ayam jawa dan ayam pelung Cianjur yang kemudian disilangkan dengan ayam hutan jantan. Persilangan ini akan menghasilkan bekisar bernada suara tinggi, panjang dan tidak pecah. Dus, punya ketahanan fisik serupa ayam kampung. "Sampai saat ini jenis ini sangat sulit diperoleh," ujar Heri yang sudah beternak ayam hutan sejak tahun 1983 ini.
            Untuk indukan, harga ayam jawa berkisar antara Rp 50.000 sampai Rp 75.000 per ekor, sementara ayam pelung Rp 150.000 per ekor. Lalu, harga ayam hutan jantan siap kawin Rp 750.000 per ekor. Heri sendiri saat ini mempunyai sekitar 15 indukan ayam hasil persilangan antara ayam jawa dengan ayam pelung. Dan sekitar 12 indukan ayam hutan jantan.
            Untuk keturunan ayam jawa dan ayam pelung yang dijadikan indukan, dibiarkan bebas berkeliaran di halaman atau pekarangan. Sementara pakannya hanya bekatul dan jagung saja.
            Sementara untuk indukan ayam hutan jantan, harus diberikan kandang khusus. Pakannya juga khusus. Misalkan campuran beras merah dan BR (pakan khusus ayam). Tak lupa, asupan serangga seperti jangkrik dan kroto setiap tiga hari sekali untuk menjaga stamina. Serta vitamin ayam tiap tiga hari sekali.
            Sayangnya, banyak ayam hutan jantan yang lantas 'gering' atau stress dan kemudian mati, beberapa saat setelah dikawinkan.
            Untuk mendapat anakan bekisar kualitas bagus, musim kawin terbaik adalah pada musim kemarau. Atau sekitar bulan Maret sampai bulan Agustus. "Kalau kawinnya musim dingin, telurnya tidak mau menetas," lanjut Heri.

            Setelah kawin, masa eram telur ayam bekisar berlangsung selama 21 hari. Sekali bertelur bisa didapat sekitar 12 telur. Tetapi yang hidup hanya separuhnya. Setelah dua minggu dari menetasnya telur, para indukan bisa kembali dikawinkan.
            Anakan ayam bekisar kemudian dipilah berdasar kualitasnya. Dari enam telur yang menetas, paling hanya satu yang berkualitas. Artinya, dari 60 telur yang menetas, 50 anakan merupakan kualitas yang tidak terlalu baik. "Jika kualitasnya tidak terlalu bagus maka dalam usia dua minggu sudah dijual seharga Rp 100.000 per ekor," lanjut Heri.
            Maka, untuk penjualan anak ayam bekisar usia dua minggu ini Heri sudah mengantongi omzet penjualan sebesar Rp 5 juta. Sementara untuk yang berkualitas bagus, bakal dibesarkan sampai usia enam bulan sampai 12 bulan. Dan dijual seharga Rp 1 juta sampai Rp 2 juta per ekor.
            Untuk pakan, diterapkan mirip dengan pakan ayam kampung. Namun untuk anak ayam usia satu hari sampai dua bulan, diberi pakan BR1. Untuk menghindari penyakit flu dan muka bengkak atau CRD, anakan bekisar ini diberi vaksin khusus ayam tiap tiga bulan sekali.
            Nah, bagi ayam bekisar kualitas bagus, setelah terbukti selalu menang dalam perlombaan, harganya bakal naik berpuluh kali lipat. Heri bercerita, salah satu pembeli ayam bekisar ternakanya pernah melepas ayam bekisarnya seharga Rp 20 juta setelah ayam tersebut beberapa kali memenangkan perlombaan. Padahal, ayam tersebut dibeli dari peternakan Heri seharga Rp 1,6 juta saja. "Saya tidak kebagian bonus penjualan ayamnya," kekeh Heri.

4 Jenis Ayam Hutan Langka di Dunia

Ayam hutan adalah nama umum bagi jenis-jenis ayam liar yang hidup di hutan. Dalam bahasa Jawa disebut dengan nama ayam alas, dalam bahasa Madura ajem alas, dan dalam bahasa Inggris junglefowl; semuanya merujuk pada tempat hidupnya dan sifatnya yang liar.
Ragam Jenis dan penyebarannya ada empat spesies ayam hutan yang menyebar mulai dari India, Sri Lanka sampai ke Asia Tenggara termasuk Kepulauan Nusantara. Keempat spesies itu adalah:

1. Ayam hutan merah (Gallus gallus Red junglefowl)

Ayam-hutan merah atau dalam nama ilmiahnya Gallus gallus adalah sejenis burung berukuran sedang, dengan panjang sekitar 78cm, dari suku Phasianidae. Ayam betina berukuran lebih kecil, dengan panjang sekitar 46cm. Ayam-hutan jantan memiliki bulu-bulu leher, tengkuk dan mantel yang panjang meruncing berwarna kuning coklat keemasan dengan kulit muka merah, iris coklat, bulu punggung hijau gelap dan sisi bawah tubuh berwarna hitam mengilap. Dikepalanya terdapat jengger bergerigi dan gelambir berwarna merah. Ekornya terdiri dari 14 sampai 16 bulu berwarna hitam hijau metalik, dengan bulu tengah ekor yang panjang dan melengkung ke bawah. Kaki berwarna kelabu dengan sebuah taji. Ayam betina memiliki kaki tidak bertaji, bulu-bulu yang pendek, berwarna coklat tua kekuningan dengan garis-garis dan bintik gelap.
Ayam-hutan merah tersebar luas di hutan tropis dan dataran rendah di benua Asia, dari Himalaya, Republik Rakyat Cina selatan, Asia Tenggara, hingga ke Sumatra dan Jawa. Ada lima subspesies yang dikenali. Di Indonesia, subspesies G. g. bankiva ditemukan di Jawa, Bali dan Sumatra.
2. Ayam Hutan Srilangka (Gallus Lafayetii Srilangka junglefowl)

3. Ayam Hutan Kelabu (Gallus Sonneratii Grey junglefowl)
Ayam hutan kelabu atau Gallus sonneratii adalah salah satu dari empat spesies ayam hutan. Ayam ini berukuran sedang, dengan panjang sekitar 80cm, dari suku Phasianidae. Ayam betina berukuran lebih kecil, dengan panjang sekitar 38cm.
Ayam hutan jantan memiliki bulu-bulu leher, tengkuk dan mantel berwarna kelabu berbintik hitam-putih dengan kulit muka merah, bercak putih di telinga, paruh kuning kecoklatan, iris mata kuning, ekor hitam keunguan dengan bulu tengah ekor yang panjang dan melengkung ke bawah. Sisi bawah tubuh berwarna kelabu bergaris putih dan kakinya berwarna kuning kemerahan terang dengan sebuah taji. Ayam betina memiliki kaki tidak bertaji, bulu-bulu yang pendek, berwarna coklat tua dengan bulu-bulu seperti sisik berwarna putih kecoklatan di bagian sisi bawah tubuh.
Ayam hutan kelabu tersebar dan endemik di hutan tropis bercuaca kering di India bagian tengah, barat dan selatan. Ayam betina biasanya menetaskan antara tiga sampai lima butir telur berwarna putih atau putih kemerahan yang dierami oleh induk betina selama kurang lebih tiga minggu.
4. Ayam Hutan Hijau (Gallus Varius Green junglefowl)
Ayam hutan hijau adalah nama sejenis burung yang termasuk kelompok unggas dari suku Phasianidae, yakni keluarga ayam, puyuh, merak, dan sempidan. Ayam hutan diyakini sebagai nenek moyang sebagian ayam peliharaan yang ada di Nusantara. Ayam ini disebut dengan berbagai nama di berbagai tempat, seperti canghegar atau cangehgar (Sd.), ayam alas (Jw.), ajem allas atau tarattah (Md.).
Memiliki nama ilmiah Gallus varius (Shaw, 1798), ayam ini dalam bahasa Inggris dikenal sebagai Green Junglefowl, Javan Junglefowl, Forktail, atau Green Javanese Junglefowl, merujuk pada warna dan asal tempatnya.
Burung yang berukuran besar, panjang tubuh total (diukur dari ujung paruh hingga ujung ekor) sekitar 60 cm pada ayam jantan, dan 42 cm pada yang betina.
Jengger pada ayam jantan tidak bergerigi, melainkan membulat tepinya; merah, dengan warna kebiruan di tengahnya. Bulu-bulu pada leher, tengkuk dan mantel hijau berkilau dengan tepian (margin) kehitaman, nampak seperti sisik ikan. Penutup pinggul berupa bulu-bulu panjang meruncing kuning keemasan dengan tengah berwarna hitam. Sisi bawah tubuh hitam, dan ekor hitam berkilau kehijauan. Ayam betina lebih kecil, kuning kecoklatan, dengan garis-garis dan bintik hitam.
Iris merah, paruh abu-abu keputihan, dan kaki kekuningan atau agak kemerahan.
Ayam yang menyukai daerah terbuka dan berpadang rumput, tepi hutan dan daerah dengan bukit-bukit rendah dekat pantai. Ayam-hutan Hijau diketahui menyebar terbatas di Jawa dan kepulauan Nusa Tenggara termasuk Bali. Di Jawa Barat tercatat hidup hingga ketinggian 1.500 m dpl, di Jawa Timur hingga 3.000 m dpl dan di Lombok hingga 2.400 m dpl.

Cara Menghasilkan Ayam Bekisar Berbulu Putih

Bekisar berbulu putih saat ini masih merupakan bekisar yang langka dan harganya cukup mahal. Untuk menghasilkan bekisar warna putih cukup dengan mengawinkan ayam kampung jantan dan betina yang sama-sama berwarna putih. Keturunannya (Fl) dikawinkan dengan sesamanya (Fl). Hasil perkawinan antara Fl ini — berupa F2 — juga dikawinkan dengan sesamanya sehingga menghasiikan F3.
Demikian seterusnya sampai diperoleh F5. Setelah diperoleh F5 yang berbulu putih mulus, lalu dikawinkan dengan ayam hutan hijau. Hasil perkawinan ini berupa bekisar berbulu putih mulus.

Bisa juga ayam hutan jantan yang berwarna hijau dikawinkan dengan ayam kampung berbulu putih, tanpa melalui seleksi sampai F5. Namun, bekisar yang dihasilkan umumnya tidak putih mulus.
Bisa juga dengan mengawinkan ayam ras jantan yang berbulu putih dengan ayam kampung betina yang berwarna putih. Ayam ras jantan berbulu putih ini gen warna putihnya lebih kuat dibanding ayam kampung. Oleh karena itu, warna putih akan diwariskan ke anak-anaknya. Keturunan pertama (Fl) dikawinkan dengan sesama Fl sehingga diperoleh F2. Keturunan kedua (F2) yang berukuran kecil dan berwama putih dikawinkan dengan ayam hutan jantan yang berwarna hijau. Perkawinan ini akan menghasilkan bekisar berbulu putih mulus.
atau bisa juga bekisar putih dapat diperoleh dengan mengawinkan betina ras yang berbulu putih dengan jantan kampung yang berbulu putih atau warna lainnya. Kemudian, keturunan yang berbulu putih mulus dikawinkan dengan ayam hutan jantan yang berwarna hijau.

Bekisar

Sebagai ternak kesayangan/hiasan, ayam Bekisar mempunyai prospek yang sangat baik untuk dikembangkan. Harga yang relatih tinggi dan pendapatan masyarakat yang semakin meningkat menyebabkan permintaan jenis ayam ini cenderung semakin bertambah. Namun demikian bertambahnya permintaan dan penggemar ayam Bekisar berarti bertambah pula eksploitasi terhadap ayam hutan yang pada umumnya diperoleh dari alam, karena pembentukan ayam Bekisar selalu memerlukan ayam hutan.
Kecenderungan ini perlu diikuti dengan upaya-upaya pelestarian terhadap ayam hutan agar populasinya di alam tidak terganggu. Konservasi harus diletakkan pada keikutsertaan masyarakat pengguna jenis satwa ini atau masyarakat pada umumnya. Konsep bahwa pemanfaatan sumberdaya alam memerlukan pelestarian dan pelestarian dilakukan untuk pemanfaatan yang berkelanjutan atau lestari harus terus dikembangkan. Upaya budidaya yang dilakukan oleh penangkar perlu diikuti dengan pemahaman mengenai perilaku biologi perkembangbiakan ayam hutan sehingga upaya yang dilakukan mempunyai peluang keberhasilan yang tinggi. Konservasi secara in situ dan ex situ dilakukan bersama-sama sebagai upaya untuk memperoleh manfaat/hasil yang saling mengisi dari kelebihan masing-masing metode tersebut.
PENDAHULUAN
Pengembangan usahaternak pada komoditas-komoditas yang telah umum dilakukan sebagai penghasil utama daging, telur, susu, kulit dan sebagainya perlu terus didorong. Di samping produk-produk tersebut, belakangan telah berkembang usahaternak yang lebih menekankan kepada fungsi komoditas untuk kesayangan/hiasan (pet animal). Saat ini di beberapa kota besar telah banyak bermunculan toko (tempat penjualan) yang khusus menjual beraneka ragam jenis hewan untuk hewan kesayangan/kesenangan keluarga, seperti kucing (berbulu indah), anjing (kerdil dan berbulu indah), ayam kate, burung dengan bulu indah dan suara merdu, ular, kurakura, dan masih banyak jenis-jenis yang lain.
Beberapa hewan yang tadinya masih harus diperoleh dari alam telah dicoba untuk dipelihara dan diternakkan sehingga menambah daftar nama ternak yang dapat dibudidayakan. Dengan demikian secara tidak langsung problem kepunahan hewan/ternak karena tekanan penangkapan/penggunaan dari alam secara berlebihan dapat dikurangi.
Bahkan jika budidaya hewan tersebut dapat berkembang lebih maju lagi maka populasi yang ada di alam dapat tetap lestari dan penggunaannya untuk memenuhi kebutuhan manusia dapat dipenuhi hanya melalui budidaya dari populasi hewan yang berhasil dipelihara atau dibudidayakan tersebut. Prinsip kehati-hatian dan pemanfaatan secara lestari keanekaragaman hayati merupakan tanggungjawab generasi sekarang terhadap generasi mendatang karena sumberdaya yang ada saat ini akan diwariskan kepada generasi yang akan datang.
Sesuai dengan fungsinya untuk kesayangan, kelompok hewan/ternak ini dipelihara untuk dinikmati keindahan bulu atau bentuk tubuhnya, kemerduan suaranya, keunikan bentuk tubuh dan tingkah lakunya, dan lain-lain; yang biasanya dipelihara untuk menghilangkan kejenuhan dalam kehidupan sehari-hari dan menghilangkan stress sehingga sebenarnya melalui pemeliharaan hewan tersebut bisajadi kualitas hidup pemelihara menjadi meningkat dan akhirnya meningkatkan produktivitas kerja. Untuk keperluan demikian banyak kalangan yang pada akhir-akhir ini senang memelihara hewan/ternak tersebut.
Harga dari hewan/ternak tersebut sangat bervariasi tergantung dari nilai keindahan, kemerduan suara, keunikan, dan sebagainya akan tetapi pada umumnya relatif cukup mahal, terlebih jika hewan/ternak tersebut telah berhasil menjadi pemenang dalam suatu festival atau kontes, harganya akan meningkat dan bisa membuat banyak orang terheranheran. Dengan sistem harga yang cukup menarik dan peningkatan pendapatan masyarakat maka hewan/ternak kesenangan ini memiliki prospek yang cukup baik untuk dikembangkan.
Salah satu yang termasuk ke dalam golongan ternak hias/kesayangan dan sudah banyak disukai orang adalah ayam Bekisar. Ternak ini cukup populer ditunjukkan dengan semakin ramainya “pasar” Bekisar, bahkan kontes untuk adu suara telah sering dilakukan dan di beberapa daerah sudah secara rutin menyelenggarakan kontes Bekisar nasional. Ayam Bekisar banyak menarik minat karena keindahan suara kokok ayam jantannya ditunjang dengan keindahan warna bulunya. Keunikan ayam Bekisar adalah merupakan ayam hasil persilangan antara ayam Hutan Hijau (Gallus varius) atau ayam Hutan Merah (Gallus gallus) jantan dengan ayam kampung/lokal (Gallus domesticus) betina. Persilangan di antara kedua jenis ayam tersebut relatif tidak mudah, memerlukan metode tertentu dan sedikit ketrampilan. Selalu diperlukan ayam Hutan jantan untuk membentuk ayam Bekisar yang pada umumnya berasal dari penangkapan di alam. Bila keadaan demikian berlanjut terus maka dapat mengganggu populasi ayam Hutan di alam sehingga perlu dipikirkan upaya untuk melakukan konservasi bagi ayam Hutan agar pembentukan ayam Bekisar dapat berlangsung terus.
AYAM BEKISAR
Ayam Bekisar adalah jenis ayam hasil persilangan antara ayam Hutan Hijau (Gallus varius) atau ayam Hutan Merah (Gallus gallus) jantan dengan ayam kampung/lokal (Gallus domesticus) betina. Ayam ini diminati penggemarnya olehkarena suara kokoknya yang memikat dan keindahan bulunya. Ayam yang dipelihara sebagai ayam hias adalah ayam jantan karena Bekisar betina tidak pandai tarik suara dan lagi warna bulunya kumal tidak menarik.
Pada mulanya Bekisar hanya dapat dijumpai di Kangean, sebuah pulau kecil di sebelah Timur Pulau Madura, termasuk wilayah Kabupaten Sumenep. Bekisar pertama kali dibuat di pulau ini, kemudian Bekisar menyebar ke Pulau Madura dan di daerah ini Bekisar menjadi unggas kebanggaan masyarakat (ANONIMUS, 1991).
Saat ini penyebaran Bekisar telah meluas ke berbagai daerah di tanah air. Bahkan Propinsi Jawa Timur telah menetapkan Bekisar sebagai maskot dan fauna identitasnya. Sehubungan dengan itu, untuk menarik minat para turis dan menggalakkan pariwisata di daerah Jawa Timur, telah diambil kebijaksanaan yang mengharuskan adanya minimal sebuah sangkar berisi ayam Bekisar di depan setiap kantor instansi pemerintah (SUDIRO, 1993).
Warna Bekisar yang dihasilkan tergantung kepada warna betina ayam kampung yang digunakan. Dahulu hanya warna merah dan hitam yang disukai oleh penggemar Bekisar. Akan tetapi sekarang warna Bekisar telah sangat beragam setelah banyak peternak mengawinkan ayam hutan jantan dengan berbagai macam induk betina yang memiliki warna beraneka ragam, dan juga mengawinkan dengan berbagai rumpun ayam lokal seperti ayam Cemani, Pelung, Kate atau jenis ayamayam lainnya, yang banyak dimiliki di berbagai daerah. Keindahan warna bulu Bekisar bahkan saat ini telah dijadikan sebagai salah satu kriteria penilaian dalam lomba Bekisar. Ragam warna Bekisar pada dasarnya dapat dikelompokkan ke dalam delapan warna favorit, yaitu merah, hitam, putih, kuning, wido, kelabu, blorok dan jali.
Walaupun ayam Bekisar yang ada saat ini beranekaragam namun ada beberapa macam yang telah terkenal keandalannya, yaitu Kisar Kangean Madura (dibentuk dari induk betina berbulu hanya satu macam, misalnya hitam, putih, kuning, merah dan abu-abu), Bekisar Multiwarna Solo (kaya akan warna dan suaranya sangat nyaring dengan ujung suara meninggi, ukuran tubuh sedang), Bekisar Putih Yogya (berwarna putih mulai dari paruh hingga telapak kaki kecuali jengger, pial dan cuping berwarna kemerah-merahan), Bekisar Hitam Parakan (hasil persilangan dengan betina ayam Kedu hitam, bentuk tubuh tinggi, besar, tegap dan berbulu hitam) dan Bekisar Merah Solok (hasil persilangan ayam hutan merah jantan dengan ayam betina Yungkilok) (SUDIRO, 1993).
TARIGAN dan HERMANTO (1991) mengemukakan bahwa suara kokok ayam Bekisar dianggap baik bila lagu kokoknya bernada dua ketukan, ada keserasian besarnya suara depan dengan suara belakang, tidak patah (terayun dengan mulus, halus dan lancar/tidak tersendat-sendat) dan suara kokoknya bersih (tidak ada konsonan “R”). Dua nada ketukan yang dimaksud adalah (1) Nada pertama (suara depan) harus : rendah, besar, tebal, panjang dan bersih; (2) Nada kedua (suara belakang) harus: tinggi, tebal, panjang, lurus dan bersih.
PROSPEK USAHA TERNAK BEKISAR
Usahaternak ayam Bekisar mempunyai peluang yang baik dari sisi pemasaran di dalam negeri. Pasar ayam Bekisar di dalam negeri cukup besar dengan semakin meningkatnya pendapatan masyarakat yang kemungkinan akan banyak memunculkan penggemarpenggemar Bekisar baru. Mengingat harga jual Bekisar yang relatif cukup tinggi nampaknya memang Bekisar hanya terjangkau untuk kalangan menengah ke atas. Namun demikian justru untuk kalangan inilah kelihatannya Bekisar diperlukan, sebagai ternak kesenangan/kesayangan penghilang kejenuhan dan stress di sela-sela waktu senggangnya yang telah dipenuhi dengan banyak kegiatan. Bagi kalangan ini cukup mudah mengeluarkan uang untuk membeli Bekisar, yang terpenting kesenangan atau hobinya dapat terpenuhi dengan memelihara ayam Bekisar.
Di sisi lain dengan harga yang relatif tinggi merangsang para peternak Bekisar untuk berkreasi melakukan persilangan untuk membentuk ayam-ayam Bekisar yang lebih menarik lagi. Para peternak akan berlomba membentuk ayam Bekisar dengan suara kokok dan keindahan bulu yang lebih memikat. Hal ini ditunjang dengan adanya penyelenggaraan kontes atau festival ayam Bekisar yang di beberapa daerah telah diselenggarakan secara reguler, di mana ayam Bekisar yang telah memenangkan kontes dengan sendirinya akan meningkat nilai jualnya. Perkumpulan penggemar ayam Bekisar yang telah terbentuk di beberapa daerah juga dapat dijadikan sebagai ajang tukar menukar informasi untuk saling bertukar pikiran dalam upaya mendukung pengembangan usahaternak jenis unggas ini.
Harga ayam Bekisar yang relatif tinggi di samping dikarenakan suara kokok yang merdu dan keindahan bulunya, juga sebenarnya populasi ayam ini masih tidak banyak (langka). Penyebab kelangkaan adalah beberapa kesukaran yang ditemui dalam pelaksanaan persilangan dengan ayam kampung. Upaya menjodohkan ayam hutan jantan dengan ayam kampung betina tidak mudah dan tidak selalu berhasil. Bahkan ayam hutan jantan bisa merasa takut melihat ayam betina kampung karena warna bulunya atau karena ukuran tubuhnya yang lebih besar.
TARIGAN dan HERMANTO (1991) mengemukakan bahwa pada umumnya ayam Bekisar yang memiliki suara bagus, harganya bisa mencapai jutaan rupiah. Harga ini akan lebih tinggi lagi jika ditunjang dengan postur tubuh yang gagah dan warna bulu yang indah. Bahkan jika dapat menjadi juara dalam kontes, harganya dapat mencapai puluhan juta rupiah.
Melihat kelebihan yang dimiliki ayam Bekisar yaitu kemerduan/keunikan suara kokoknya dan keindahan bulu yang dimilikinya maka jenis ayam ini dapat dijadikan sebagai bagian dari dayatarik fauna bagi turis asing. Dengan promosi yang baik maka peluang bagi ayam Bekisar untuk diekspor sebagai komoditas khas Indonesia menjadi cukup terbuka.

Bekisar jenis aym unik dan antik

Bekisar hasil silangan dari Ayam Hutan Hijau (Gallus Varius) dengan Ayam Betina Kampung (Gallus Domestica). Ayam Hutan Hijau hanya terdapat di kepulauan Jawa, Madura dan Bali.
Suara Bekisar yang baik memiliki suara 2 nada yaitu O bulat bersih dan E panjang keatas bersih. Sifat Bapaknya dari hutan hampir 90 % melekat pada dirinya, tingkat stress tinggi seperti tidak dapat melihat warna merah,orang bertopi dan mendengar kegaduhan.
Katuranggan Bekisar memiliki warna dan bulu yang indah dan mengkilap, Jengger tegak bergerigi, Pial satu bergaris putih, bulu leher bulat, lancur ekor minimal 8 dan kaki putih bersih.
“Suara dan katuranggan tersebut diatas,sangat sulit didapat pada 1 Ayam bekisar, ini jarang terjadi ibaratnya 1 : 100 untuk seseorang bisa mendapatkannya ”
“Peternak binaan KEMARI yang tersebar di Jawa, Bali dan Madura, mencapai sekitar 90 peternak. Tahun 2005 lalu sebagian mereka mendapat predikat sebagai Peternak produktif dari Pendiri KEMARI H. Ismail Saleh, SH di TMII”
“Dalam Kontes Bekisar yang diadakan 2 kali dalam sebulan, bergantian di Kabupaten-kabupaten se-Jawa, Bali dan Madura, tujuan Kontes yaitu Memasyarakatkan Bekisar dan sekaligus mensosialisasikan bagi Masyarakat setempat untuk menjadi seorang Peternak maupun Pembesar Bekisar”
Pada Kontes di Bekisar ada 2 Jenis Kontes pertama Seni Suara Bekisar yang di gantang pada tiang ketinggian 8 M dan jumlah Tiang ada 30, satu tiang dengan tiang lainnya berjarak 3 M dan jarak dari Tenda Tamu dan panitia minimal 20 Meter, di Nilai oleh 6 – 7 Orang Juri dibantu 2 Orang Tenaga Lapangan dan 1 Orang Perekap Nilai. Kedua Kontes Seni Penampilan, kegiatan ini umumnya dimulai paling lambat pukul 9.30 WIB sd 15.30 WIB.

Kontes Bekisar terbagi dalam beberapa kelas, yaitu Kelas Bintang dengan peserta Bekisar yang berprestasi juara lebih dari 10 kali dan harga minimal bekisar sampai 10 juta, Kelas Utama peserta Bekisar bervariasi prestasi minimal pernah masuk dalam 10 Besar pada Kontes Tingkat-tingkat Nasional, dengan harga bekisar minimal 5 Juta. Kelas Madya peserta Bekisar bervariasi prestasi, minimal mental dan pakem suaranya memenuhi syarat kontes dan harga Beksiar minimal 1,5 Juta. Kelas Pratama peserta Bekisar umumnya Ayam muda dibawah 1 tahun dan sebagian besar belum meraih prestasi, meskipun prestasi di Tingkat Ragional dan harga Bekisarnya minimal 500 ribu dan Kelas terakhir adalah Kelas Bakalan, umumnya usia Ayam maksimal 7 bulan dan digantang ½ tiang saja dengan waktu penilaian 15 menit. Harga bekisar bervariatif antara diharga 350 ribu.
Dalam Kontes Bekisar ada jabatan kepada Panitia yaitu Kordinator Pengendalian Lomba (KPL) bertanggung jawab penuh atas kelancaran Kontes dari mulai Persiapan Lapangan , Monitor Penilaian dan Penanganan Komplain peserta.
Dalam Kontes Bekisar, Suara Lengking Bekisar terdengar hampir 500 M, dapat didengar dan dinikmati oleh Penonton awam maupun Peserta, jarang terjadi Juri yang salah atau keliru dalam menilai, hal ini dapat diketahui oleh Penonton maupun peserta secara langsung.
JAGA MUTU LOMBA BERSIKAPLAH PROFESIONAL
Lomba Kemari tergolong lomba yang eksklusif menurut pandangan banyak orang, mengapa demikian? Yang diperebutkan dalam piala merupakan sejumlah pejabat dan tokoh kondang, bukan hanya symbol pada piala akan tetapi para pejabat dan tokoh tersebut selalau hadir ditengah tengah perlombaan dan ini terjadi sebuah interaktif yang sifatnya non formal.
Sebuah pemikiran kedepan, idealnya memang dalam kepengurusan tingkat apapun harus memiliki seseorang yang memiliki jiwa konseptor, innovator daan motivator, dan apabila memungkinkan kepanitiaan lomba diserahkan kepada panitia independen yang telah ditunjuk oleh Ketua Pengurus Cabang (PC) dan bidang lomba terkait dengan didasari standart dan prosedurnya, mengingat panitia lomba saat ini juga pengurus dan seorang pelomba apabila seorang panitia juga merangkap pemain, niscaya pemikiran akan bercabang. Begitu juga dengan seorang juri, saat ini bertugas sekalipun merangkap membawa ayam, pasti yang ada hanya menambah beban moril yang cukup tinggi. Memang Kemari merupakan wadah yang dinamis dan harmonis, tetapi semua ini kita kembalikan pada kita bahwa membatasi diri itu akan menjadikan sebagai manusia yang bijak dalam berucap dan bersikap.
Untuk itu diharapkan Kemari dapat menjaga dan mempertahankan BRAND IMAGE yang mulai dirintis sejak tahun 1989, baik kinerja pnegurus maupun panitia lomba.
Pemikiran tersebut harus disikapi secara cepat dan tanggap. Kebangkitan Kemari diharapkan bukan sebuah slogan belaka, tetapi realisasi dalam dukungan nyata dari PP Kemari yang lebih memiliki program bermanfaat untuk daerah, tentu hal ini dapat menjadi nilai tambah diantaranya pengurus dan efek domino positif kepad apara penggemar yagn secara tidak langsung diwadahi oleh Kemari.

PARA PETINGGI YANG MENGGEMARI BEKISAR
- Ir. Djamaludin Suryohadikusumo, Mantan Menteri Kehutanan
- Drs. Rostian Syamsudin, Presdir Panin bank
- Jenderal (Purn) Subagyo HS
- Jenderal (Purn) Tyasno Sudarto
- Amien Rais , Mantan Ketua MPR
- Benjamin Mangkoedilaga, Mantan Hakim Agung
- Ir. Ciputra, Pengusaha Nasional
- BrigjenPol Sunaryono, Kapolda DIY
- Gusti Prabukusumo, Putera Sinuwun Sri Sultan HB IX

KRITERIA KONTES PENAMPILAN
Dinilai dari anatomi yang paling menonjol pada Bekisar, yakni Jengger harus tegak dan bergerigi, bulu halus dan mengkilap, tubuh besar dan proposional, Bulu ekor dan lancur lengkap ( Menyerupai kipas ), kaki bersih dan tidak membentuk huruf X dan sifat Bekisar yang tidak terlalu giras.
Kelas Penampilan atau lebih dikenal dengan Chiken fashion show, memang hanya ada dalam Kontes Bekisar. Umumnya Kontes ini tidak dipungut biaya serta cukup dinilai oleh 3 Juri dengan waktu penilaian tidak lebih dari 10 menit dan kontes seni penampilan ini banyak digemari oleh kaum wanita serta anak-anak , karena ada pula atraksi Bekisar di letakan pada tangan pemiliknya dan kontes ini memang membutikan bahwa bekisar-bekisar yang didalam perawatannya sehari-hari selalu terjaga, akan menunjukan kebolehannya dalam berpenampilan di kelas berlaga ini.
Banyak cara yang dapat dilakukan oleh Penggemar untuk merawat Bekisarnya dengan cara-cara mudah seperti setiap pagi Bekisar dimandikan air suruh secukupnya dan perawatan kaki dan kukunya setiap 2 bulan sekali, sediakanlah Kandang Kipu atau pasir, agar setiap 2 hari sekali setelah makan pagi, Bekisar dilepas pada kandang tersebut untuk tujuan mengolah tubuhnya secara bebas. Agar Bekisar dapat mengolah ototnya secara alami dan kesehatan pada pencernaannya.

KONTES SENI SUARA SETIAP KELAS
Ayam Bekisar memiliki suara yang khas, yaitu perpaduan Ayam hutan dan ayam kampung betina. Dasar suara Bekisar baik dapat didengarkan pada usia 6 – 7 bulan dan ini menjadi acuan baik tidaknya harapan bekisar kedepannya. Untuk itulah suara bekisar yang menjadi daya tarik utama, sehingga ayam bekisar dilombakan dengan kriteria yang menarik tentunya.
Kriteria suara Bekisar ditentukan oleh faktor-faktor seperti :
- Besar kecilnya suara bekisar adalah volume suara dan besar kecilnya berbeda, dapat disamakan halnya penyanyi dengan pengertian “tenor, baritone, bas” pada penyanyi pria atau “sopran, meso sopran, alto” pada penyanyi wanita, namun dalam Kontes seni suara Bekisar, volume tidak menjadi perbedaan pada kelompok atau kategori kelas.
- Tebal tipisnya suara adalah mantap tidaknya kokok, dilihat dari kematangan usia, mental, dan perawatan seekor bekisar berperan menentukan tebal tipisnya suara kokok ini.
- Panjang pendeknya suara adalah tempo atau waktu yang diperlukan saat bekisar berkokok. Makin panjang waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan satu kokok semakin baik. Selain itu, semakin pendek jarak antara kokok yang satu dengan yang lain tergolong baik.
- Tinggi rendahnya suara adalah nada dasar yang dimiliki ayam Bekisar pada waktu berkokok. Tinggi rendah suara bekisar tidak sama. Nada yang tinggi biasanya mudah terdengar dari jarak jauh.
- Bersih kotornya suara adalah suara kokok yang lepas bebas tidak terganggu oleh sesuatu pada pita suaranya. Suara yang kotor misalnya serak, sember, tertekan-tekan, tersendat pecah dan lain lain.
- Irama / lagu adalah “cengkok” yang dimiliki Bekisar pada waktu berkokok. Irama / lagu ini paling pentinga dalam penilaian.

Kriteria penilaian dalam suatu lomba Bekisar meliputi nilai suara depan, nilai suara belakang, nilai suara lagu/irama dan nilai bersih kotornya suara.
- Suara Depan (SD)
Suara depan yang dikehendaki adalah suara rendah, besar, tabal, panjang dan bersih. Untuk suara depan nilainya 13 – 15 pada saat babak penyisihan, 14 – 15 pada saat babak final. Ayam Bekisar yang suara depannya kurang baik mendapat nilai 13, sedangkan yang baik antara 14 atau 15.

- Suara Belakang (SB)
Ayam Bekisar yang bagus adalah yang suara belakangnya tinggi, tebal, panjang dan bersih. Angka yang diberikan untuk menilai suara belakang, untuk babak penyisihan 13 – 15, dan untuk babak final 14 – 15.

- Lagu atau Irama (LI)
Lagu / irama ditentukan oleh suara depan dan suara belakang. Oleh karena itu nilai ini diberikan setelah ada nilai suara depan dan nilai suara belakang. Lagu/irama yang dikehendaki adalah lagu bernada dua (istilah Jawanya tutup loro), yaitu ada keserasian besarnya suar depan dan suara belakang, ayunan suara halus dan bersih.

Angka yang diberikan untuk menilai lagu/irama ini 2 x nilai criteria sebelumnya, yaitu 30 – 38 untuk babak penyisihan dan nilai 34 – 42 untuk babak final. Nilai ini paling tinggi karena inti penilaian suara dititik beratkan pada irama/lagu. Untuk memberi nilai, juri harus memperhatian bagaimana nada suaranya, adakah keserasian suara depan dan belakang, halus kasarnya alunan suara, dan bersih kotornya lagu / irama.
- Bersih Kotornya Suara (BK)
Terakhir adalah menilai bersih kotornya suara, yang didasarkan kepada suara depan, suara belakang dan lagu/irama. Suara Bekisar yang tidak bersih dapat ditilik dari jelas tidaknya huruf R yang ada pada suara depan dan suara belakang, ataupun pada lagu/irama. Bila huruf R jelas berarti suara itu dapat dikatakan kotor atau kurang bersih.

1. Bagai mana rawatan BEkisar yang bagus dan oke
2.Gimana cara meningkatkan volume dan crystalnya kokok bekisar.
3.MEnu makanan dan EF, bekisar supaya rajin kokok dan sehat.

1. Pagi dimandiin pake air di lap ke ayamnya
2. Dijemur mulai jam 7 - 11 siang, bisa di taruh di bawah lebih bagus klo di kerek ( Min 3 Meter )
3. Ef pagi kasih jangkrik 3 - 5 buah
4. Siang setelah ritual jemur selesai kasih makan, yaitu beras merah yg sudah dicuci. Jangan dicampur sama ketan hitam / biji2an lain.
5. Sore kasih EF jangkrik lagi 2 - 3 buah
6. Malem di kerodong ( sama kaya burung )
7. Seminggu sekali minimal mandi pasir ( Kipo = bahasa jawanya ). Tapi INGAT JANGAN sampai di areal mandi pasir ada rumput2 liar, BAHAYA klo kemakan sama Bekisar, bisa bikin serak suara, dan itu dlm hitungan hari seraknya timbul.
8. Seminggu 2 kali minimal dikasih sayuran macam daun pepaya, taoge juga bagus, kankung, etc.
9. Gunakan air minum matang/ air mineral / Larutan penyegar buat minumnya. Ganti juga tiap hari, seminggu sekali boleh di tambah GACOR buat ngejernihin suaranya.
10. Kebersihan makanan, minuman, tempat makanan, n alas kandang juga diperhatikan.

1. Kunci pada kebersihan air minum dan pakan, ex: cuci dan simpan dengan baik beras merah sebagai pakan utama bekisar kita.
2. Berikan air matang pada bekisar kita, ato air mineral, seminggu 2 kali boleh dikasih suplemen buat suara, seperti di kicauan ada GACOR. Dan bisa juga dikasih Larutan Penyegar
3. Sebenarnya rahasia seh, cuman gpp. Jangkrik yg dikasih di pagi hari, kasih madu dengan jalan di suntikkan ke jangkriknya. TAPI CUKUP 1 ekor jangkrik aja yg dikasih madu. Jangkrik yg lain tidak usah. Lakukan ini Minimal 2 Kali seminggu, tiap hari malah bagus ketika mendekati kontes
- mohon di ulas bagaimana cara memilih bekisar yang bagus..??
- cara pemeliharaannya biar tidak mudah stres..??

Bunyi yang bagus:
"Nada awalnya datar, kemudian rendah, meninggi, dan panjang bagai melewati jalanan yang datar kemudian merendah, lalu naik. Dalam bahasa Jawa, jalanan seperti itu dinamakan njeglong.

Sebenarnya, tak hanya suara merdu bekisar yang dicari para penggemarnya. Ayam bekisar juga harus berpenampilan bagus. Badannya harus serasi. Tidak boleh ada bagian tubuh yang cacat, berbulu mengkilat, dan berjengger tegak dengan warna merah bersih.

"Di dalam berbagai lomba, suara merdu bekisar memang yang utama,. Namun penampilan fisik yang serasi juga menambah nilai tersendiri. Sisi fisik tersebut dapat dinilai dari kebersihan, variasi warna bulu, dan keindahan jengger yang berbentuk setengah bundar, tegak, dan merah tua segar. Menurut sejumlah penggemar, bekisar yang terbaik berasal dari Kangean, Madura. Meliputi dua jenis, yakni bekisar kangean lama (Gallus aeneus) dan bekisar kangean baru (Gallus violaceus). Jenis lain adalah bekisar multiwarna dari Solo, Jateng; bekisar putih dari Yogyakarta; dan bekisar hitam dari Parakan, Jateng.

Ayam Bekisar

Ayam bekisar merupakan keturunan pertama hasil persilangan antara induk jantan dengan pejantan ayam hutan hijau Gallus varius dengan induk betina ayam kampung

Gallus Domestika dengan ciri-ciri sebagai berikut

* Ayam ini banyak dipelihara sebagai unggas kesayangan, karena penampilannya yang elok dengan bunyi suara yang indah yaitu perpaduan yang harmonis antara ayam hutan dengan ayam kampung biasa.
* Kualitas ayam bekisar mulai tampak pada umur 6 bulan.
* Ayam bekisar senang berkokok diatas kerekan
* Warna bulu didominasi oleh warna bulu induk betina, tetapi potur tubuh, sifat dan suaranya sangat dipengaruhi oleh induk jantan.

Berdasarkan warna bulu dan keturunannya, ayam bekisar mempunyai beberapa jenis antara lain :

a. Ayam bekisar putih,
Mmerupakan keturunan pertama (F 1) hasil persilangan antara induk jantan ayam hutan hijau dengan dengan induk betina ayam ras petelur leghorn strain Fly-line atau babcock dengan ciri-ciri:
* Warna bulu putih bersih
* Sosok badannya cantik dan ramping
* Jengger besar dan merah
* Kakinya agak keputihan

b. Ayam bekisar hitam
Merupakan keturunan pertama (F1) hasil persilangan antara induk jantan ayam hutan hijau dengan induk betina ayam cemani. Ayam bekisar hitam ini mempunyai ciri-ciri sebagai berikut:
* Seluruh tubuhnya hitam legam
* Seluruh bulunya hitam, termasuk bulu kecil yang baru tumbuh
* Kaki, jari dan mata berwarna hitam polos

c. Ayam bekisar multi warna
Merupakan keturunan per tama (F1) hasil persilangan antara induk jantan ayam hutan hijau dengan induk betina ayam kampung berbulu merah, hitam, kuning, abu-abu atau coklat. Warna bulunya berwarna-warni dengan bulu leher, bulu pelanan dan bulu hias merah menyala.

Lahirkan Ayam Bekisar Berkualitas

KANGEAN yang terletak di wilayah Sumenep, Madura, merupakan cikal bakal lahirnya istilah ayam bekisar. Ayam bekisar, itulah kini dipandang jenis ayam yang memiliki kelebihan dibanding ayam-ayam yang lain. Bahkan, ayam bekisar semacam menjadi trade mark tersendiri bagi pemeliharanya. Orang yang memelihara Ayam Bekisar sering disebut-sebut sebagai memiliki strata sosial yang lumayan alias orang berduit.
Mengenai asal-usul Ayam Bekisar yang disebut-sebut berasal dari Madura, konon tidak lepas dari diasingkannya seorang keturunan putera raja Mataram yang bernama Begisar. Sekitar tahun 1700-an, Begisar diasingkan di Pulau Kangean.
Tetapi mengenai sebab musabab Begisar diasingkan di tempat itu, hingga kini tidak diketahui secara pasti.
Saat menjalani pengasingan itulah, Begisar mencoba mengawinkan ayam hutan hijau jantan (gallus varius) dengan ayam kampung betina (gallus domestica). Keturunan dari hasil kawin silang itu kemudian dipersembahkan kepada pejabat atau penguasa setempat sebagai tanda mata. Berdasar hal itu, akhirnya diketahui bahwa Begisar memiliki makna cendera mata. Hingga kini Ayam Begisar atau akrab dengan sebutan Ayam Bekisar selalu dipersembahkan sebagai cendera mata (souvenir) kepada kalangan tertentu yang memiliki ‘kekuasaan’.
Kisah mengenai asal-usul Ayam Bekisar itu dituturkan oleh Sekjen Keluarga Penggemar Bekisar Indonesia (KEMARI) Pusat yang juga sebagai Pjs Ketua Bidang Lomba dan Juri Nasional, Lulu Budihardjo. Lulu Budihardjo yang tinggal di Turi, Sleman selama ini memang kondang sebagai pecinta sekaligus peternak Ayam Bekisar ‘berkelas’. Di kalangan pecinta Ayam Bekisar, nama Lulu Budihardjo sudah tidak asing lagi. Hal itu tidak lepas dari kegigihannya dalam mempersatukan para pecinta Ayam Bekisar dalam satu komunitas, yakni di KEMARI.
Lulu Budihardjo kepada Merapi mengungkapkan organisasi pecinta Ayam Bekisar didirikan 19 Desember 1989 oleh Mantan Menteri Kehakiman RI, H Ismail Saleh SH. Hingga kini KEMARI mempunyai 24 cabang yang tersebar di Jawa, bali dan Madura. Selain itu, satu-satunya ayam yang memiliki taman di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta, hanya jenis Ayam Bekisar.
Lulu Budihardjo tentu saja tidak asing soal masalah-masalah yang berhubungan dengan beternak Ayam Bekisar. Bahkan, secara khusus Lulu Budihardjo memiliki kiat-kiat tersendiri dalam beternak Ayam Bekisar. Dijelaskan, memelihara anakan Ayam Bekisar idealnya sejak usia 1 bulan dan jangan sekali-kali membeli anakan Ayam Bekisar saat musim memasuki pancaroba. Ketika anakan Ayam Bekisar berusia lebih dari 1 bulan, harus segera dipisah untuk menghindarkan terjadinya saling ‘memakan’. Hal itu disebabkan Ayam Bekisar memiliki sifat kanibal.
Lulu Budihardjo menambahkan, setelah anakan Ayam Bekisar menginjak usia 4 bulan, sebaiknya dikrakap saat masuk senja. Hal itu untuk menghindari angin malam dan gangguan binatang lain. Agar anakan Ayam Bekisar tidak terserang penyakit, hendaknya sangkar dibersihkan secara rutin, dijemur dan disemprot pada pagi hari. “Perlu juga dilakukan penetesan madu kepada anakan Ayam Bekisar secara rutin, yakni satu minggu sekali,” jelas Lulu Budihardjo. Pada saat dilakukan penjemuran, hendaknya antara anakan yang satu dengan yang lain dipisah, dengan tujuan untuk niteni suara khas masing-masing.
Apabila anakan Ayam Bekisar sudah memasuki usia 6-7 bulan, saatnya anakan-anakan itu mulai digantang dengan ketinggi maksimal 5 meter, agar nantinya jika sudah besar memiliki mental yang kuat apabila dikonteskan dalam lomba. Hal yang perlu diperhatikan lagi adalah masalah pakan, yakni dengan diberi Pur BR, AD 1 dan jagung giling. “Memasuki usia 8 bulan, Ayam Bekisar sudah mulai diarahkan ke lomba pada kelas pemula,” jelas Lulu Budihardjo.
Lulu Budihardjo menjelaskan, kiat-kiat dalam beternak Ayam Bekisar yang dilakukannya telah membuahkan hasil nyata. Beberapa Ayam Bekisar miliknya berhasil menjadi jawara dalam berbagai lomba. Sebut saja ‘Bento’ yang dipelihara sejak usia 5 bulan, berhasil menjuarai kontes Ayam Bekisar Piala Sri Sultan HB X, Gubernur DKI Jaya, Gubernur Jateng, Kapolda DIY, dan Walikota Yogya.
Ayam Bekisar lain, ‘Gending’, ‘Linggo’, ‘Sembayu’, ‘Dalu’, ‘Banter’, dan ‘Langgeng’ yang dipelihara sejak usia 2 bulan berhasil merajai berbagai lomba di DIY, Jateng, dan Madura. “Untuk kelas utama, saya memiliki Ayam Bekisar bernama ‘Gale’ yang sudah 8 kali juara,” jelas Lulu Budiharjo. Lulu Budiharjo juga masih memiliki Ayam Bekisar yang diandalkan di berbagai lomba, ‘Tombo Ati’ yang dipelihara sejak usia 2 bulan, telah meraih 2 kali juara Madya Nasional.
Lulu Budihardjo mengungkapkan untuk bisa mencapai tataran juara, Ayam Bekisar perlu secara kontinyu dilatih. Caranya, dengan melatih pendamping Ayam Bekisar betina yang disukai, biasanya unsur merah atau hitam-putih untuk menenangkan. Setiap pagi, Ayam Bekisar dimandikan kemudian digantang dengan ketinggian 2-3 meter. Jika sudah memasuki senja, sangkar dikrakap. “Agar dalam setiap lomba muncul kesan baik, pemberian nama harus dipilih yang baik dan sopan,” jelas Lulu Budihardjo.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar